Rabu, 02 November 2016

PIUTANG



A.    Pengertian Piutang
Piutang adalah tuntutan pada pihak lain (langganan) akibat perusahaan melakukan transaksi penjualan barang dagangan / jasa secara kredit. Piutang dikelompokkan menjadi 3 jenis :
1.      Piutang dagang
Adalah tagihan perusahaan kepada langganan sebagai akibat adanya penjualan barang atau jasa secara kredit
2.      Piutang wesel
Adalah tagihan yang didukung dengan janji tertulis debitur untuk membayar sejumlah uang pada tanggal tertentu
3.      Piutang lain-lain
Terdiri atas macam-macam tagihan yang tidak termasuk dalam piutang dagang maupun piutang wesel, contoh :
-          Uang muka pembelian
-          Uang muka kepada pegawai
-          Uang muka pembalian saham
-          Piutang deviden dan lain-lain

Prosedur pencatatan piutang
a.       Kartu piutang merupakan catatan akuntansi berupa buku pembantu yang berisi rincian materi piutang perusahaan kepada tiap-tiap pelanggan
b.      Buku jurnal yang diperlukan :
·         Jurnal penjualan untuk mencatat timbulnya piutang karena penjualan kredit
·         Jurnal retur penjualan untuk mencatat pengurangan piutang karena retur penjualan
·         Jurnal umum untuk mencatat pengurangan piutang karena piutang yang dihapus
·         Jurnal penerimaan kas untuk mencatat pengurangan piutang karena pelunasan piutang
Berikut alur mutasi piutang :







Rounded Rectangle: Bukti
memorial
 


Rounded Rectangle: Jurnal penerimaan
kas
Rounded Rectangle: Jurnal 
umum
Rounded Rectangle: Jurnal
Retur penjualan
Rounded Rectangle: Kartu
piutang
Rounded Rectangle: Bukti kas
masuk
                                                         







                                                                                             




B.     Metode pencatatan piutang dagang dibagi 2 :
Transaksi
Piutang dagang dicatat kotor
Pitang dagang dicatat bersih
Penjualan barang dagangan
Piutang dagang       xxx
    Penjualan                    xxx
Piutang dagang        xxx
Pot. Penjualan          xxx
    Penjualan                   xxx
Pembayaran dalam masa potongan
Kas                         xxx
Pot. Penjualan        xxx
    Piutang dagang           xxx
Kas                          xxx
    Piutang dagang          xxx
Pembayaran melewati masa potongan
Kas                         xxx
    Piutang dagang           xxx
Kas                          xxx
    Piutang dagang          xxx
    Pot. Penjualan           xxx

Contoh :
Tanggal 1 maret 2003 PT X menjual barang dagangan secara kredit dengan syarat 2/10, n/30 seharga Rp 80.000 kepada Ny. Windy. Buat jurnal metode penjualan bersih dan penjualan kotor

Transaksi
Piutang dagang dicatat kotor
Pitang dagang dicatat bersih
Penjualan barang dagangan
Piutang dagang  80.000
    Penjualan               80.000
Piutang dagang  78.400
Pot. Penjualan      1.600
    Penjualan              80.000
Pembayaran dalam masa potongan
Kas                     78.400
Pot. Penjualan      1.600
    Piutang dagang      80.000
Kas                     78.400
    Piutang dagang     78.400
Pembayaran melewati masa potongan
Kas                     80.000
    Piutang dagang      80.000
Kas                     80.000
    Piutang dagang     78.400
    Pot. Penjualan         1.600

C.     Penentuan jumlah taksiran kerugian piutang
Tujuannya untuk mengantisipasi tidak tertagihnya piutang dagang dimasa yang akan datang akibat penjualan sekarang. Penentuan jumlah taksiran kerugian piutang ada 2 cara, yaitu :
1.      Ditaksir dari jumlah penjualan (pendekatan laba rugi)
Jumlah taksiran kerugian piutang ditetapkan berdasarkan jumlah penjualan dikalikan persentase tertentu. Cara menentukan persentase cadangan kerugian piutang yang akan datang sebagai berikut :
Tahun
Penjualan
Bersih
Penjualan kredit bersih
Jumlah piutang yang dinyatakan kerugian
Pitang diperoleh kembali
2000
15.000.000
12.000.000
100.000
20.000
2001
17.000.000
11.000.000
  90.000
15.000
2002
10.000.000
  8.000.000
  70.000
10.000
jumlah
42.000.000
31.000.000
260.000
45.000

·         Persentase dari jumlah penjualan bersih :

·         Persentase dari penjualan kredit bersih :
·         Cara menentukan cadangan kerugian piutang yaitu X% × Penjualan bersih
Contoh :
Berdasarkan data diatas jumlah penjualan kredit selama tahun 2003 sebesar Rp 20.000.000 Pot. Penjualan Rp 1.000.000 dan retur penjualan Rp 2.000.000 Buat jurnal menggunakan persentasi dari total penjualan bersih dan penjualan kredit bersih
Total penjualan bersih
Total penjualan kredit bersih
Beban kerugian piutang      870.000
    Cadangan kerugian piutang        870.000
(5,12% x 17.000.000)
Beban kerugian piutang    1.179.000
    Cadangan kerugian piutang     1.179.000
(6,94% x 17.000.000)

2.      Ditaksir dari saldo piutang (pendekatan neraca)
Taksiran kerugian piutang dinyatakan dalam persentase tertentu dari saldo piutang dagang yang besarnya berdasarkan pengalaman periode yang lalu. Cara menentukan persentase cadangan kerugian piutang untuk tahun yang akan datang :
Tahun
Saldo piutang dagang
Per 31 desember
Jumlah kerugian
piutang
2000
1.000.000
150.000
2001
2.000.000
300.000
2002
4.000.000
250.000
jumlah
7.000.000
700.000
Jumlah persentase piutang dagang untuk tahun 2003 yaitu
Cara ini memakai dua dasar perhitungan, yaitu :
a.       Jumlah penyisihan disesuaikan sampai persentase tertentu dari saldo piutang metode ini mengalikan persentase tertentu dengan saldo piutang
-          Jika cadangan kerugian piutang bersaldo kredit, contoh :
jika saldo piutang Rp 250.000.000 kerugian piutang ditaksir 2% dari saldo piutang. Saldo cadangan kerugian piutang bersaldo kredit Rp 2.000.000 maka jurnalnya :
31 Desember  Beban kerugian piutang           Rp 3.000.000
                           Cadangan kerugian piutang                           Rp 3.000.000
Perhitungan:
Taksiran kerugian piutang 2%  Rp 250.000.000                       Rp 5.000.000
Saldo kredit akun cadangan kerugian piutang                         (Rp 2.000.000)
Kerugian piutang yang menjadi beban                                     Rp 3.000.000

-          Jika cadangan kerugian piutang bersaldo debit, contoh:
Dari soal diatas:
Taksiran kerugian piutang 2% x Rp 250.000.000                     Rp 5.000.000
Saldo debit akun cadangan kerugian piutang                           Rp 2.000.000
Kerugian piutang yang menjadi beban                                     Rp 7.000.000
Jurnal:
31 Desember  Beban kerugian piutang           Rp 7.000.000
                           Cadangan kerugian piutang                           Rp 7.000.000

b.      Penentuan taksiran kerugian piutang berdasarkan analisis umur piutang
Piutang dagang dikelompokkan menjadi piutang yang belum jatuh tempo dan piutang yang jatuh tempo. Piutang telah jatuh tempo dikelompokkan lagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan lamanya menunggak. Besarnya persentase kerugian piutang ditetapkan berdasarkan usia tiap kelompok
Contoh  daftar umur piutang dagang
Nama
Saldo
Belum jatuh
Lewat jatuh tempo (hari)
debitur
piutang
Tempo
1-30
31-60
61-90
>90
A
1.800.000
1.800.000




B
   100.000



100.000

C
1.000.000

1.000.000



D
   400.000


400.000


E
   500.000




500.000
jumlah
3.800.000
1.800.000
1.000.000
400.000
100.000
500.000
% kerugian
1 %
3 %
10 %
20 %
50 %
Cadangan kerugian
18.000
30.000
40.000
20.000
250.000
Jurnal :
Beban kerugian piutang                                       Rp 358.000
      Cadangan kerugian piutang                                                     Rp 358.000

D.    Pencatatan penghapusan piutang
Penghapusan piutang dilakukan bila manajemen telah mengetahui dengan pasti bahwa debitur tidak akan dapat membayar utangnya dikarenakan misalnya dinyatakan pailit oleh pengadilan. Metode penghapusan piutang yang tidak tertagih ada 2 yaitu:
1.      Metode tidak langsung / metode cadangan
Dengan metode ini setiap akhir periode akuntansi ditaksir besarnya kemungkinan rugi karena tpiutang dagang yang dihapuskan pada periode yang akan datang
2.      Metode langsung
Dengan metode ini setiap piutang dagang yang dihapuskan diakui sebagai kerugian
transaksi
Metode tidak langsung
Metode langsung
Taksiran rugi karena piutang yang dihapuskan
Beban kerugian piutang          xxx
  Cadangan kerugian piutang        xxx

--
Terjadi penghapuskan piutang
Cadangan kerugian piutang    xxx
   Piutang dagang                          xxx
Beban kerugian piutang    xxx
   Piutang dagang                    xxx
Debitur yang telah dihapuskan bersedia melunasi
Piutang dagang                        xxx
   Cadangan kerugian piutang      xxx
Piutang dagang                  xxx
   Beban kerugian piutang      xxx
Penerimaan kas dari piutang
Kas                                          xxx
   Piutang dagang                          xxx
Kas                                    xxx
   Piutang dagang                    xxx
Contoh:
Pada tanggal 12 oktober 2000 piutang dagang Tn. Suparman sebesar Rp 60.000 dihapuskan karena yang bersangkutan tidak mampu membayar. Tanggal 7 november 2000 Tn. Andika menyatakan sanggup untuk membayar kembali dan pada tanggal tersebut ia menyerahkan uang sebesar Rp 50.000 sebagai pembayaran pertama dan sisanya bulan depan. Buatlah jurnal untuk metode langsung dan tidak langsung
tanggal
Metode tidak langsung
Metode langsung
12/10/2000
Cadangan kerugian piutang 60.000
   Piutang dagang                        60.000
Beban kerugian piutang  60.000
   Piutang dagang                      60.000
7/11/2000
Piutang dagang                    50.000
   Cadangan kerugian piutang  50.000
Piutang dagang                50.000
   Beban kerugian piutang         50.000
7/11/2000
Kas                                     50.000
   Piutang dagang                    50.000
Kas                                 50.000
   Piutang dagang                      50.000